Thursday, March 12, 2015

KALIMAT EFEKTIF


Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis sehingga pembaca atau pendengar dapat menerima maksud / arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.
Suatu kalimat dikatakan efektif apabila berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar.

SYARAT-SYARAT

1.    KESATUAN GAGASAN

Maksud dari kesatuan gagasan adalah memiliki  subyek, predikat, serta unsur-unsur lain objek dan predikat yang saling terikat serta membentuk kesatuan tunggal. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).
Contoh Kesatuan Gagasan :

a)    Kesatuan Tunggal
Kita bisa merasakan dalam kehidupan sehari-hari, betapa kasih sayang dari orang tua itu seringkali merupakan tenaga pendorong yang amat kuat dalam tindak kehidupan kita.

b)    Kesatuan Gabungan
Shelly telah mencuci pakaiannya jam sembilan pagi, dan telah menyiapkan sarapan untuk adiknya.

c)    Kesatuan yang mengandung pertentangan
Ayah bekerja di perusahaan mobil, tetapi ia tidak senang dengan pekerjaannya itu.

d)    Kesatuan Pilihan
Rizky diperbolehkan membawa mobil, ataupun memilih untuk membawa motor.

Yang Tidak Jelas Kesatuan Gagasannya :
Coba perhatikan kalimat berikut, gagasannya tidak jelas atau kabur.
Di daerah-daerah sudah mempunyai Lembaga Kesehatan.




2.    KOHERENSI YANG BAIK DAN KOMPAK

Koherensi atau kepaduan yang baik dan kompak adalah hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu. Kesalahan yang seringkali juga merusakkan koherensi adalah menempatkan kata depan, kata penghubung yang tidak sesuai atau tidak pada tempatnya, penempatan keterangan aspek yang tidak sesuai dan sebagainya.

Dalam kesatuan pikiran lebih ditekankan lagi struktur, atau interelasi antara kata-kata yangmenduduki sebuh tugas dalam kalimat. Oleh karena itu sebuah kalimat dapat mengandung sebuah kesatuan pikiran, namun koherensinya tidak baik.

a.    Koherensi rusak karena tempat kata dalam kalimat tidak sesuai dengan pola kalimat. Contoh :

•    BAIK : Anak yang paling kecil itu memukul temannya dikelas kemarin pagi, dengan sekuat tenaganya.
•    TIDAK BAIK : Anak yang paling kecil itu memukul dengan sekuat tenaganya kemarin pagi di kelas temannya.

b.    Kepaduan sebuah kalimat akan rusak pula karena salah mempergunakan kata-kata depan, kata penghubung dsb. Contoh :

·         Anaknya melawan kepada orang tuanya.
Perbaikan: Seharusnya kalimat ini tanpa pemakaian kata “kepada”.
·         Makanan 4 sehat 5 sempurna perlu bagi tubuh kita.
Perbaikan: Sebaiknya kalimat ini pemakaian kata “bagi” diganti dengan kata “untuk”.

c.       Kesalahan lain yang dapat merusak koherensi adalah pemakaian kata, baik karena merangkaikan dua kata yang maknanya tidak tumpang tindih, atau hakekatnya mengandung kontradiksi. Contoh :

·         Banyak para pengguna sepeda motor tidak mentaati peraturan lalu lintas.
Perbaikan: Makna “banyak” dan “para” tidak tumpang tindih.

d.      Suatu corak kesalahan lain yang sering dilakukan adalah salah menempatkan keterangan aspek (sudah, telah, akan, belum, dsb) pada kata kerja tanggap. Contoh:
·         Farida sudah menyapu lantai hingga bersih. (baik)
·         Sudah Farida sapu lantai hingga bersih. (baik)
·         Farida sudah sapu lantai hingga bersih. (kurang baik)
·         Lantai itu Farida sudah sapu hingga bersih. (salah)



3.    KEHEMATAN

Kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Akan tetapi, bukan berarti menghilangkan kata atau frasa yang dapat memperjelas kalimat. kalimat hemat memiliki beberapa kriteria, yaitu

a)      .Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek.
Contoh:
- Karena ia tidak diundang ia tidak datang ke tempat itu.
- Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui presiden datang.
Perbaikannya :
- Karena tidak diundang, ia tidak datang ke tempat itu.
- Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang.

b)      Penghematan dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponim kata. Contoh:
- Ia memakai baju warna merah.
- Di mana engkau menangkap burung pipit itu?
Perubahannya :
- Ia memakai baju merah
- Di mana engkau menangkap pipit itu?

c)      .Penghematan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
Contoh:
- Dia hanya membawa badannya saja.
- Sejak dari pagi dia bermenung.
Perbaikannya:
- Dia hanya membawa badannya.
- Sejak pagi dia bermenung.

d)     .Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata- kata yang berbentuk jamak,
misalnya:
- Para tamu-tamu
- Beberapa orang-orang
Perbaikannya:
- Para tamu
- Beberapa orang


4.    KECERMATAN

Cermat dalam pemilihan dan penggunaan kata-kata.
•    Tepat : Ayah sedang memandang keindahan alam pegunungan.
•    Tidak menimbulkan penafsiran ganda : Dia adalah istri Pak Lurah-yang baru

5.   PARALELISME / KESEJAJARAN

Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Contoh:
“Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.”

Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.
Kalimat itu harus diubah :

i.    Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
ii.    Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

6.    PENEKANAN

Kata yang dipentingkan harus mendapat tekanan atau harus lebih ditonjolkan dari unsur-unsur yang lain. Kata penting itu misalnya inti pikiran yang terkandung dalam tiap kalimat (gagasan utama). Namun masih terdapat beberapa cara yang dapat dipergunakan untuk memberi penekanan itu, baik dalam bahasa lisan maupun dalam bahasa tulisan. Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan. Beberapa metoda penekanan antara lain :

a.       Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
Contoh : Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
b.      Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.
                        Contoh : Kami pun turut dalam kegiatan itu.

c.       Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
Contoh : Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.

d.      Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
                        Contoh : Anak itu tidak malas, tetapi rajin.


7.    KELOGISAN

Kalimat yang efektif adalah kalimat yang memperlihatkan logika yang balk. Logika atau penalaran adalah proses berpikir yang baik dan teratur. Sebuah kalimat yang tidak menunjukkan keteraturan berpikir penuturnya adalah kalimat yang tidak efektif.
Contoh :

•    Pengunjung pergelaran seni tari tradisional hampir mencapai seratus dua puluh ribu orang lebih. (salah)
•    Pengunjung pergelaran seni tari tradisional hampir mencapai seratus dua puluh ribu orang. (benar)
•    Pengunjung pergelaran seni tari tradisional mencapai seratus dua puluh ribu orang lebih. (benar)









DAFTAR PUSTAKA:

http://mastugino.blogspot.com/2012/10/membuat-kalimat-efektif.html
http://mastugino.blogspot.com/2012/10/membuat-kalimat-efektif.html

No comments: